Home

Jumat, 23 November 2012

MY COASS

setelah selama kurang lebih 4 tahun menempuh pendidikan kedokteran di kampus hijau universitas malahayati Bandar Lampung, akhirnya semua cobaan itu dapat dilalui, mulai dari kuliah yang membosankan sampai kuliah yang isinya hanya tertawa, pada intinya terlalu banyak yang harus diceritakan selama masa pendidikan tersebut. hanya saja ada satu hal yang lebih penting dari semua itu, yaitu saya menemukan keluarga baru yang selalu membantu baik dalam keadaan susah ataupun senang. keluarga yang banyak mengisi kehidupan saya selama berada di kampus. 
mulai dari pemahaman yang salah, yang mana menyatakan bahwa SKS kampus hanya sekian persen, kalah jauh dengan SKS futsal yang wajib kita laksanakan setiap kapanpun kita mau. ditambah dengan kegemaran lain yang mungkin agak sedikit kurang pas bila di ceritakan pada khalayak sekalian, hehehehe
pada intinya dari satu kesamaan tersebutlah kami semua bersatu dan bisa saling sepaham.
Hingga pada saat itu datang, perasaan berat mulai menyelimuti seluruh tubuhku, saya harus lebih dulu berangkat untuk melanjutkan pendidikan kedokteran yang lain, yaitu COASS
pada awalnya saya sungguh sangat merasa senang karena satu kata ini memang sangat ditunggu tunggu dan di idam idamkan oleh seluruh mahasiswa kedokteran.namun beda halnya dengan yang saya rasakan.
hari dimana saya harus meninggalkan kota yang telah lama memberikan ilmu kepada saya, berat rasanya meninggalkan teman-teman yang selalu setia menemani saya, namun saya tak kuasa berbuat apapun, kalau tidak berangkat sekarang, entah kapan lagi saya akan berangkat.
seminggu setelah itu akhirnya saya datang di kota baru, sebenarnya tidak terlalu baru untuk saya pribadi, karena inilah kota nenek moyang saya sendiri TASIK kota RESIK itu slogannya. dalam masa adaptese di kota baru ini, sungguh saya mengalami kesulitan untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan dan teman yang sangat jauh berbeda dengan kepribadian saya sendiri. disini teman-teman saya sangat gemar untuk belajar mengurung diri di kamar, entah apa memang meraka membaca atau hanya memandangi buku-buku kedokteran yang sungguh tak pernah saya baca apabila tidak terpaksa, upsssssss
tapi mungkin disini saya yang harus bisa menyesuaikan diri dengan mereka, karena sejujurnya disini saya hanya menjadi kaum minoritas. tapi disini pula lah saya terjerumus kepada hal yang tentu tidak pernah saya inginkan, ah itu hanya lelucon belaka, hahahaha
dari sini lah dimulai cerita manis dan pahitnya anak coass (co-assistance) #semoga tulisan gw bener.

baiklah, cerita dimulai dari stase yang pertama saya lewati.
1. stase ANASTESI 

HERNIA


Sekilas Tentang Hernia

Hernia merupakan protusi/penonjolan isi rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga yang bersangkutan.
Terdapat beberapa poin penting dalam hernia, yaitu : 
defek/ bagian yang lemah dari dinding rongga, kantung hernia, isi hernia, dan cincin hernia (daerah penyempitan kantung hernia akibat defek tersebut).
Berdasarkan terjadinya, dibagi atas hernia kongenital/bawaan dan hernia yang didapat. Hernia diberi nama menurut letaknya, misalnya diafragma, inguinal, umbilical, femoral, dan sebagainya.
Menurut sifatnya, hernia dapat disebut hernia reponibel bila isi hernia dapat keluar masuk. Isi hernia keluar jika berdiri atau mengedan dan masuk lagi jika berbaring atau didorong masuk, tidak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus. Bila isi kantung hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga disebut hernia irreponibel.
Hal ini biasanya disebabkan oleh perlekatan isi kantung pada perineum kantong hernia. Bila tidak ada keluhan rasa nyeri ataupun tanda sumbatan usus akibat perlekatan tersebut disebut hernia akreta.
Bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia, disebut hernia inkarserata
atau hernia strangulata. Disebut hernia inkarserata bila isi kantung terperangkap, tidak dapat kembali ke dalam rongga perut disertai akibat yang berupa gangguan pasase atau vaskularisasi.
Secara klinis hernia inkarserata lebih dimaksudkan untuk hernia irreponibel dengan gangguan pasase, sedangkan gangguan vaskularisasi disebut hernia strangulata. Sebenarnya gangguan vaskularisasi sudah terjadi saat jepitan dimulai, dengan berbagai tingkat gangguan mulai dari bendungan sampai nekrosis.

HERNIA INGUINALIS : dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Pria > wanita. Faktor yang berperan adalah terbukanya processus vaginalis, peninggian tekanan di dalam rongga perut, dan kelemahan otot dinding perut. Tekanan rongga perut yang tinggi secara kronis dapat berupa batuk kronis, hipertrofi prostat, konstipasi, ascites, kehamilan multipara, obesitas, dll.

Hernia inguinalis bisa berupa hernia inguinalis medialis maupun hernia inguinalis lateralis. Hernia inguinalis yang mencapai scrotum
disebut hernia scrotalis.
Keluhan dan tanda klinik yang timbul bergantung pada keadaan isi hernia, ada tidaknya perlekatan, maupun komplikasi yang telah terjadi.
Pada hernia reponibel, keluhan yang timbul hanya berupa benjolan di lipat paha yang muncul pada waktu berdiri/ batuk/ bersin/ mengedan, dan menghilang setelah berbaring.
Keluhan nyeri pada hernia ini jarang dijumpai, kalaupun ada dirasakan di daerah epigastrium atau para umbilical berupa nyeri visceral akibat regangan pada mesenterium sewaktu satu segmen usus halus masuk ke dalam kantung hernia. Bila telah timbul inkarserasi atau strangulasi, dapat timbul nyeri yang hebat dan keluhan mual - muntah.
Pengelolaannya bisa dengan pengobatan konservatif, maupun tindakan definitif berupa operasi. Tindakan konservatif terbatas pada tindakan melakukan reposisi dan pemakaian penyangga atau penunjang untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. Jika reposisi tidak berhasil, dalam waktu 6 jam harus dilakukan operasi segera.
Prinsip dasar operasi hernia terdiri dari herniotomi dan hernioraphy.
Komplikasi hernia bergantung pada keadaan yang dialami oleh isi hernia. Antara lain obstruksi usus sederhana hingga perforasi (lubangnya) usus yang akhirnya dapat menimbulkan abses lokalfistel atau peritonitis.
Terdapat banyak jenis hernia yang lain, antara lain :

Hernia femoralis : berupa benjolan di lipat paha melalui anulus femoralis. Selanjutnya isi hernia masuk ke dalam kanalis femoralis yang berbentuk corong sejajar dengan vena femoralis sepanjang sekitar 2 cm dan keluar pada fosa ovalis di lipat paha.
Hernia umbilicalis : merupakan penonjolan yang mengandung isi rongga perut yang masuk melalui cincin umbilikus (pusar) akibat peninggian tekanan intra abdomen. Merupakan kelainan kongenital. Hernia ini biasanya akan regresi spontan dalam 6 bulan sampai 1 tahun, bila cincin hernia < 2 cm. Bila lebih dari 2 cm, perlu tindakan operasi.
Hernia paraumbilicalis : hernia melalui suatu celah di garis tengah tepi atas umbilicus.
Hernia epigastrika : hernia yang keluar melalui defek di linea alba antara umbilicus dan processus xyphoideus.
Dengan penanganan yang dini, komplikasi yang mungkin timbul dapat dihindari.

Kamis, 22 November 2012

 gambaran histologis : 1. monosit


2. bashopil

 3. eushinopil

4. neutrophil
5. lymphocyte

ebook kedokteran


Gratis E-Book Kedokteran (English Version)

Kabar Gembira buat para mahasiswa kedokteran yang sedang pusing mencari data buat tugas, referensi atau apa saja (saya tahu buku kedokteran itu mahalnya minta ampun, lebih mahal dari buku komputer) apalagi sangat susah mencari buku seperti ini dikita, kalau ada pun bahasanya inggris, mahal dan jarang yang jual dalam versi indonya. Saya dapat lumayan banyak link e-book kedokteran (tidak perlu cari di rapidshare sambil pusing cari passwodnnya) cukup copy link tersebut di download manager dan download sepuasnya. Semuanya dalam format .PDF
Ini Linknya :
Advanced Cardiac Life Support
http://www.medical-library.org/library/secure/acls.pdf
Color Atlas of Skin Diseases
http://www.medical-library.org/library/secure/Handbook%20of%20Skin%20Diseases.pdf
Diagnostic History and Physical Exam in Medicine
http://www.medical-library.org/library/secure/History_and_Physical_Exam.pdf
Family Medicine
http://www.medical-library.org/library/secure/Family_Medicine.pdf
Gynecology and Obstetrics
http://www.medical-library.org/library/secure/Gynecology_and_Obstetrics.pdf
Handbook of Psychiatric Drugs
http://www.medical-library.org/library/secure/Psychiatric_Drugs.pdf
Manual of Anesthesiology
http://www.medical-library.org/library/secure/Anesthesiology.pdf
Manual of Critical Care Medicine
http://www.medical-library.org/library/secure/Critical_Care_Medicine.pdf
Manual of Surgery
http://www.medical-library.org/library/secure/Surgery.pdf
Manual of Outpatient and Primary Care Medicine
http://www.medical-library.org/library/secure/Outpatient_Medicine.pdf
Manual of HIV/AIDS Therapy
http://www.medical-library.org/library/secure/Manual_of_HIV_AIDS.pdf
Pediatric Treatment Guidelines
http://www.medical-library.org/library/secure/Pediatric_Treatment.PDF
Physicians' Drug Resource
http://www.medical-library.org/library/secure/Physicians_Drug_Resource.pdf
Pediatric Drug Reference
http://www.medical-library.org/library/secure/Pediatric_Drug_Reference.PDF
Practice Parameters in Medicine, Primary Care, and Family Practice
http://www.medical-library.org/library/secure/Treatment_Guidelines.pdf
Pediatrics
http://www.medical-library.org/library/secure/Pediatrics.pdf
Psychiatry
http://www.medical-library.org/library/secure/Psychiatry.pdf
Textbook of Medicine
http://www.medical-library.org/library/secure/Medicine.pdf
Nutrition for Infants
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/Nutrition_Infant.pdf
Adolescent Gynecology
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/adolescent%20gynecology.PDF
Adolescent Medicine
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/Adolescent%20Medicine%20I.pdf
Acute Renal Failure -- Diagnosis
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/Acute%20Renal%20Failure%20Dx.pdf
Acute Renal Failure -- Treatment
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/Acute%20Renal%20Failure%20Treatment.pdf
Allergic Disorders
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/Allergy.PDF
Allergic Disorders -- Diagnosis
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/Allergic%20Disorders.pdf
Antepartum Fetal and Heart Rate Testing
http://www.medical-library.org/journals/secure/obgyn_review/secure/Antepartum%20Fetal%20and%20Heart%20Rate%20Testing.pdf
Antepartum Fetal Monitoring
http://www.medical-library.org/journals/secure/obstet/secure/AntepartumSurveil.pdf
Antianxiety Agents
http://www.medical-library.org/journals/secure/j_psych/secure/Antianxiety%20Agents.pdf
Antibiotic Toxicities and New Agents
http://www.medical-library.org/journals/secure/peds_id/secure/Antibiotic%20Toxicities%20New%20Agents.pdf
Antibiotics and Outpatient Infections
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/antibiotics%20and%20outpatient%20infections.pdf
Antifungals
http://www.medical-library.org/journals/secure/peds_id/secure/Antifungals.PDF
Antiviral Therapy
http://www.medical-library.org/journals/secure/peds_id/secure/Antivirals.PDF
Aseptic Meningitis
http://www.medical-library.org/journals/secure/peds_id/secure/Viral%20Meningitis.pdf
Atopic Dermatitis
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/atopic%20dermatitits.pdf
Attentional and Learning Disorders
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/Attentional_Learning%20Dis.PDF
Cardiac Imaging
http://www.medical-library.org/journals/secure/med_review/secure/Cardiac%20Imaging.PDF
Cardiac Infections
http://www.medical-library.org/journals/secure/peds_id/secure/Cardiac%20Infections.PDF
Cardiovascular Disorders in Children
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/cardiovascular%20disorders.pdf
Carpal Tunnel Syndrome
http://www.medical-library.org/journals/secure/med_review/secure/Carpal%20Tunnel%20Syndrome.pdf
Cerebral Palsy
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/Cerebral%20Palsy.PDF
Chemotherapy
http://www.medical-library.org/journals/secure/med_review/secure/Chemotherapy.PDF
Child Abuse
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/child%20abuse.pdf
Chronic Pelvic Pain
http://www.medical-library.org/journals/secure/gynecol/secure/chronic%20pelvic%20pain.pdf
Critical Care of Children
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/Critical%20Care.PDF
Inflammatory Bowel Disease.
http://www.medical-library.org/journals/secure/med_review/secure/Inflammatory%20Bowel%20Disease.pdf
Emergency Care of Children
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/emergency%20care.pdf
Epilepsy
http://www.medical-library.org/journals/secure/med_review/secure/Epilepsy.PDF
Enteric Protozoal and Bacterial Infections
http://www.medical-library.org/journals/secure/med_review/secure/Enteric%20Protozoal%20and%20Bacterial%20Infections.pdf
Gastrointestinal Bleeding, Upper
http://www.medical-library.org/journals/secure/gastro/secure/Upper%20GI%20Bleeding.PDF
General Pediatrics Part I
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/General%20Pediatrics.PDF
General Pediatrics Part II
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/General%20Pediatrics_II.pdf
Genetics and Fetal Development
http://www.medical-library.org/journals/secure/obgyn_review/secure/Genetics%20and%20Fetal%20Development.pdf
Genital Tract Infections and Inflammation
http://www.medical-library.org/journals/secure/obgyn_review/secure/Infections%20and%20Inflammation%20of%20the%20Genital%20Tract.pdf
Group A Streptococcus Infections
http://www.medical-library.org/journals/secure/peds_id/secure/Group%20A%20Streptococcus%20InfectionsPDF.pdf
Bone and Joint Infections
http://www.medical-library.org/journals/secure/peds_id/secure/bone%20and%20joint%20infections.pdf
Diabetic Ketoacidosis
http://www.medical-library.org/journals/secure/peds/secure/diabetic%20ketoacidosis.pdf
Dialysis_Transplant
http://www.medical-library.org/journals/secure/nephrology/secure/water%20and%20sodium%20balance.pdf
Disorders of Water and Sodium Balance
http://www.medical-library.org/journals/secure/obgyn_review/secure/Domestic%20Violence.pdf
Domestic Violence
http://www.medical-library.org/journals/secure/obgyn_review/secure/Domestic%20Violence.pdf
Fetal Heart Rate Testing
http://www.medical-library.org/journals/secure/obgyn_review/secure/Fetal%20Heart%20Rate%20Test.pdf
Foreign Body Infections
http://www.medical-library.org/journals/secure/peds_id/secure/Foreign%20Body%20Infections.PDF
Head Injury Management
http://www.medical-library.org/journals/secure/med_review/secure/Head%20Injury.pdf
Hepatitis-A-G CME
http://www.medical-library.org/journals/secure/peds_id/secure/Hepatitis-A-G.PDF
Hepatitis CME
http://www.medical-library.org/journals/secure/med_review/secure/Hepatits.PDF
Liver Disease
http://www.medical-library.org/journals/secure/med_review/secure/Liver%20Disease.pdf
Herpes Simplex Infections
http://www.medical-library.org/journals/secure/peds_id/secure/Herpes%20Simplex%20Infections.PDF
HIV AIDS
http://www.medical-library.org/journals/secure/peds_id/secure/HIV%20AIDS.pdf
Hypnosis
http://www.medical-library.org/journals/secure/peds/secure/Hypnosis.PDF
immunizations
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/immunizations.pdf
Infection Control in Daycare
http://www.medical-library.org/journals/secure/peds_id/secure/Infection%20Control%20in%20Daycare.PDF
Infectious
http://www.medical-library.org/journals/secure/infdis/secure/Infectious%20Conjunctivitis.PDF
Infectious Diseases in Children
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/infectious%20diseases.pdf
Intestinal Obstruction in Newborns
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/Intestinal%20Obstruction.pdf
Language Disorders
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/Language%20Disorders.PDF
Lower Respiratory Tract Infections
http://www.medical-library.org/journals/secure/med_review/secure/Lower%20Respiratory%20Tract%20Infections.pdf
Lung Cancer
http://www.medical-library.org/journals/secure/med_review/secure/Lung%20Cancer.pdf
Lyme Disease
http://www.medical-library.org/journals/secure/peds_id/secure/Lyme%20Disease.PDF
Newborn Care
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/newborn%20care.pdf
Neurology in Pediatrics
http://www.medical-library.org/journals/secure/pedreview/secure/Neurology1.pdf
Semua link diatas belum saya coba, tapi semoga masih aktif, saya dapat link-link ini dari situs forum di alamat ini : http://www.sarajevo-x.com/forum/viewforum.php?f=7&sid=5b139d9a0d1e3aa70db3f9a1f3d2842a
Di situs ini juga ditemukan program simulasi untuk jantung dan reaksi obat terhadap tubuh.
SELAMAT MENCOBA :-). SEMOGA MEMBANTU :)

STROKE


Karakteristik Klinis Penderita Stroke Non Hemoragik di Bagian Saraf Rumah Sakit Yukum Medical Centre Kecamatan Yukum Jaya Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung Periode 01 Januari-31 Desember 2010

Moh Deden Eka Faizal sebagai penulis

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MALAHAYATI
Alamat email : mdedenfaizal@gmail.com
ABSTRAK
Yayasan stroke Indonesia (Yastroki) mengutarakan bahwa di Indonesia, diperkirakan setiap tahun terjadi 500.000 penduduk terkena serangan stroke, dan sekitar 25% atau 125.000 orang meninggal dan sisanya mengalami cacat ringan atau berat. Stroke menempati urutan ketiga sebagai penyakit mematikan setelah penyakit jantung dan kanker.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik klinis penderita stroke non hemoragik di bagian saraf Rumah Sakit Yukum Medical Centre periode 01 Januari 2010-31 Desember 2010.
Penelitian ini merupakan survei deskriptif dengan studi retrospektif dengan menggunakan data sekunder, yaitu status rekam medis. Sampel pada penelitian ini adalah semua data pasien stroke non hemoragik yang tercatat pada rekam medis rawat inap Rumah Sakit Yukum Medical Centre periode 01 Januari-31 Desember 2010. Sampel penelitian yang didapat berjumlah 87 orang.
Hasil pada penelitian ini diperoleh penderita yang berumur ≥ 45 tahun yaitu sebanyak 79 orang (90,8%) dan perempuan (55,2%) lebih banyak dari pada laki-laki (44,8%). Riwayat penyakit yang paling banyak adalah riwayat hipertensi yaitu sebanyak 68 orang (78,2%). Gejala dan tanda klinis yang paling dominan adalah hemiparesis yaitu sebanyak 84 orang (96,6%). Pemeriksaan laboratorium menunjukan kadar LDL, HDL, kolesterol dan trigliserid yang tidak normal sedangkan kadar gula darah sewaktu normal. Pemeriksaan CT scan tidak normal sebanyak 30 orang (34,5%).
Kata kunci     : stroke non hemoragik, gejala dan tanda klinis.
Kepustakaan   : 26 ( 2001-2010 )

TETANUS


Klasifikasi tetanus :
  1. Tetanus GeneralisataTetanus Generalisata merupakan bentuk paling umum dari tetanusyang ditandai dengan kontraksi otot tetanik dan hiperrefleksi, yangmengakibatkan trismus (rahang terkunci), spasme glotis, spasme ototumum, opistotonus, spasme respiratoris, serangan kejang dan paralisis.(Dorland, 2002)
  2. Tetanus LokalTetanus lokal termasuk jenis tetanus yang ringan dengan kedutan(twitching) otot lokal dan spasme kelompok otot didekat lokasi cidera,atau dapat memburuk menjadi bentuk umum (generalisata). (Dorland,2002)
  3. Tetanus Sefalik Tetanus sefalik merupakan bentuk yang jarang dari tetanus lokal,yang terjadi setelah trauma kepala atau infeksi telinga. Masainkubasinya 1-2 hari. Dijumpai trismus dan disfungsi satu atau lebihsaraf kranial, yang tersering adalah saraf ke-7. Dysphagia dan paralisisotot ekstraokular dapat terjadi. Mortalitasnya tinggi. (Aru W, 2004)
  4. Tetanus NeonatorumTetanus neonatorum adalah suatu bentuk tetanus infeksius yang berat dan terjadi selama beberapa hari pertama setelah lahir, disebabkanoleh faktor-faktor seperti tindakan perawatan sisa tali pusat yang tidak higienis atau pada sirkulasi bayi laki-laki dan kekurangan imunisasimaternal. (Dorland, 2002)

Rabu, 21 November 2012

ileus

Identitas :                              
Nama                                                                      : Tn. O
Umur                                                                      : 74  tahun
Jenis Kelamin                                                         : Laki-laki
Status Perkawinan                                                  : Sudah Menikah
Pekerjaan                                                                : Buruh           
Alamat                                                                    : Kp. Cipari pancatengang
Suku                                                                       : Sunda
Agama                                                                    : Islam
Tanggal Masuk                                                       : 26 September 2012
 

Anamnesa :
Keluhan Utama                  :
Os mengeluh perutnya kembung sejak 1 minggu sebelum masuk RS
Riwayat Penyakit Sekarang :
Os datang ke IGD pada jam 16.29 wib dengan keluhan perutnya kembung dan terasa kencang sejak 1 minggu sebelum masuk RS, BAB hanya mencret sedikit-sedikit dan os mengalami mulal dan muntah. Selain itu os juga sudah tidak bias buang angin (flatus) sejak 5 hari sebelum masuk RS. Os mengalami demam sejak 2 minggu sebelum masuk rumah sakit, demam dirasakan os terus menerus. Kemarin sore os mengalami kejang lebih dari 3 kali, kejang ± 5 menit, setelah kejang os sadar. Os juga mengeluhkan batuk berdahak sejak ± 2 minggu yang lalu.
Os juga mengeluhkan adanya benjolan di kantung buah zakar sebelah kanan sejak ± 2 tahun yang lalu, benjolan masih bisa dimasukan kembali, namun sejak 7 hari yang lalu benjolan sulit untuk dimasukan kembali. BAK normal tidak ada keluhan.


Riwayat Penyakit Dahulu :
Os menderita hernia inguinalis lateralis dextra reponible
Riwayat kecelakaan :
Tidak pernah ada riwayat kecelakaan
Riwayat penyakit keluarga :
Di keluarga tidak ada yang sakit seperti ini
Riwayat habituasi :
Semasa muda pasien sering mengangkat beban yang berat.
Riwayat pengobatan :
Os belum pernah berobat secara medis sebelum nya, hanya di urut secara tradisional.
Riwayat alergi :
Os tidak mempunyai riwayat alergi obat atau pun makanan.


Pemeriksaan Fisik :
Keadaan umum    : Tampak sakit sedang
Kesadaran             : Compos mentis
Vital sign               : Tekanan Darah : 140 / 80 mmHg
                                 Nadi                  :  108 x /menit
                                 Suhu                  :  38,20 C
                                 Respirasi Rate   : 36 x/menit

Kepala :
Kepala                    : Normochepali
Mata                       : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Thoraks :       Pulmo    I : Simetris (+/+) (DBN)
                           P: Vokal Fremitus (+/+) (DBN)
                           P: Sonor (+/+) (DBN)
                                       A: Vesikuler (+/+) (DBN)
                        Jantung  I : Ictus Cordis tidak terlihat
                                      P : Ictus Cordis tidak teraba
                                      P : Batas jantung normal
                                      A : BJ I-II reguler, Gallop (-)
Abdomen :     I : Cembung, Distendid
A: Bising usus (+) meningkat, borboriqni sound (+), metalic soud (+)
P : Nyeri tekan di seluruh lapang perut, defans muscular (+)
P : Hipertimpani
Genitalia eksterna : tampak benjolan di ingunal dextra dengan diameter 3cm, benjolan kenyal dan dapat digerakan. Benjolan tidak dapat dimasukan kembali.
Ekstremitas :             Superior : edema (-/-), sianosis (-/-)
                                    Inferior  :  edema (-/-), sianosis (-/-)

Status lokalis :
Abdomen                   :          I : Cembung, Distendid
A : Bising usus (+) meningkat, borborigni sound (+), metalic soud (+)
P : Nyeri tekan di seluruh lapang perut, defans muscular (+)
P : Hipertimpani
Genitalia eksterna     : tampak benjolan di ingunal dextra dengan diameter 3cm, benjolan kenyal dan dapat digerakan. Benjolan tidak dapat dimasukan kembali.

Usulan Pemeriksaan Penunjang:
            Hematologi rutin
1.      Pemeriksaan darah rutin
Hb             :                                   ( 14-18 g/dl )
Ht              :                                   ( 40-50 g/dl )
Leukosit    :                                   ( Dewasa : 5000 – 10.000 /mm3 )
Trombosit :                                   ( 150.000 – 350.000 /mm3 )
2.      Karbohidrat
GDS          :                                   ( 76 – 110 mg/dl )
3.      Faal ginjal
Ureum       :                                   ( 15 – 45 mg/dl )
Kreatinin   :                                   ( 0,7 – 1,20 mg/dl )
4.      Electrolit  
Natrium     :                                   ( 137 – 147 mmol )
Kalium      :                                   ( 3,6 – 5,4 mmol )
            Radiologi  
1.      Usg abdomen.
2.      BNO
3.      Foto polos abdomen
4.      Foto thoraks

Diagnosis Kerja :
Ileus obstruktif e.c hernia inguinalis lateralis incarserata dextra

Penatalaksanaan :
  • Penderita dipuasakan
  • Kontrol status airwaybreathing and circulation.
  • Dekompresi dengan nasogastric tube.
  • Intravenous fluids and electrolyte
Dipasang kateter urin untuk menghitung balance cairan
Operatif :
Laparatomi eksplorasi kemudian dilakukan herniorepair
Prognosis :
              Ad vitam                   : ad bonam
  Ad fungsionam         : ad bonam




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Istilah gawat abdomen atau gawat perut menggambarkan keadaan klinis akibat kegawatan di rongga perut yang biasanya timbul mendadak dengan nyeri sebagai keluhan utama. Keadaan ini memerlukan penanggulangan segera yang sering berupa tindakan bedah, misalnya pada obstruksi, perforasi, atau perdarahan masif di rongga perut maupun saluran cerna. Infeksi, obstruksi atau strangulasi saluran cerna dapat menyebabkan perforasi yang mengakibatkan kontaminasi rongga perut oleh isi saluran cerna sehingga terjadilah peritonitis. 1
Ileus adalah gangguan pasase isi usus yang merupakan tanda adanya obstruksi usus akut yang segera memerlukan pertolongan dokter. Di Indonesia ileus obstruksi paling sering disebabkan oleh hernia inkarserata, sedangkan ileus paralitik sering disebabkan oleh peritonitis. Keduanya membutuhkan tindakan operatif. 1
Ileus lebih sering terjadi pada obstruksi usus halus daripada usus besar. Keduanya memiliki cara penanganan yang agak berbeda dengan tujuan yang berbeda pula. Obstruksi usus halus yang dibiarkan dapat menyebabkan gangguan vaskularisasi usus dan memicu iskemia, nekrosis, perforasi dan kematian, sehingga penanganan obstruksi usus halus lebih ditujukan pada dekompresi dan menghilangkan penyebab untuk mencegah kematian. 2
Obstruksi kolon sering disebabkan oleh neoplasma atau kelainan anatomic seperti volvulus, hernia inkarserata, striktur atau obstipasi. Penanganan obstruksi kolon lebih kompleks karena masalahnya tidak bisa hilang dengan sekali operasi saja. Terkadang cukup sulit untuk menentukan jenis operasi kolon karena diperlukan diagnosis yang tepat tentang penyebab dan letak anatominya. Pada kasus keganasan kolon, penanganan pasien tidak hanya berhenti setelah operasi kolostomi, tetapi membutuhkan radiasi dan sitostatika lebih lanjut. Hal ini yang menyebabkan manajemen obstruksi kolon begitu rumit dan kompleks daripada obstruksi usus halus. 3
Mengingat penanganan ileus dibedakan menjadi operatif dan konservatif, maka hal ini sangat berpengaruh pada mortalitas ileus. Operasi juga sangat ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang sesuai, skills, dan kemampuan ekonomi pasien. Hal-hal yang dapat berpengaruh pada faktor-faktor tersebut juga akan mempengaruhi pola manajemen pasien ileus yang akhirnya berpengaruh pada mortalitas ileus. Faktor-faktor tersebut juga berpengaruh dengan sangat berbeda dari satu daerah terhadap daerah lainnya sehingga menarik untuk diteliti mortalitas ileus pada pasien yang mengalami operasi dengan pasien yang ditangani secara konservatif.
A. Definisi
Ileus adalah hilangnya pasase isi usus.
Ileus Obstruktif adalah kerusakan atau hilangnya pasase isi usus yang disebabkan oleh sumbatan mekanik. 4
Ileus Paralitik adalah hilangnya peristaltic usus sementara. 5
B. Klasifikasi
  1. Ileus Mekanik 2
1.1     Lokasi Obstruksi
1.1.1        Letak Tinggi : Duodenum-Jejunum
1.1.2        Letak Tengah : Ileum Terminal
1.1.3        Letak Rendah : Colon-Sigmoid-rectum
1.2  Stadium
1.2.1        Parsial : menyumbat lumen sebagian
1.2.2        Simple/Komplit: menyumbat lumen total
1.2.3        Strangulasi: Simple dengan jepitan vasa 6
  1. Ileus Neurogenik
2.1     Adinamik : Ileus Paralitik
2.2     Dinamik : Ileus Spastik
  1. Ileus Vaskuler : Intestinal ischemia 6
C. Etiologi
1. Ileus Obstruktif 2 3 4 6 10
a)      Hernia Inkarserata
b)      Non Hernia
c)      Penyempitan lumen usus
·      Isi Lumen : Benda asing, skibala, ascariasis.
·      Dinding Usus : stenosis (radang kronik), keganasan.
·      Ekstra lumen : Tumor intraabdomen.
d)     Adhesi
e)      Invaginasi 8
f)       Volvulus 7 9
g)      Malformasi Usus
2. Ileus Paralitik 5 10 11
a.    Pembedahan Abdomen
b.    Trauma abdomen
c.    Infeksi: peritonitis, appendicitis, diverticulitis
d.   Pneumonia
e.    Sepsis
f.     Serangan Jantung
g.    Ketidakseimbangan elektrolit, khususnya natrium
h.    Kelainan metabolik yang mempengaruhi fungsi otot
i.      Obat-obatan: Narkotika, Antihipertensi
j.      Mesenteric ischemia 5 6 11
D. Patofisiologi
Peristiwa patofisiologik yang terjadi setelah obstruksi usus adalah sama, tanpa memandang apakah obstruksi tersebut diakibatkan oleh penyebab mekanik atau fungsional. Perbedaan utama adalah obstruksi paralitik di mana peristaltik dihambat dari permulaan, sedangkan pada obstruksi mekanik peristaltik mula-mula diperkuat, kemudian intermitten, dan akhirnya hilang. 12
Perubahan patofisiologi utama pada obstruksi usus dapat dilihat pada Gambar-2.1. Lumen usus yang tersumbat secara progresif akan teregang oleh cairan dan gas (70% dari gas yang ditelan) akibat peningkatan tekanan intralumen, yang menurunkan pengaliran air dan natrium dari lumen ke darah. Oleh karena sekitar 8 liter cairan diekskresikan ke dalam saluran cerna setiap hari10, tidak adanya absorpsi dapat mengakibatkan penimbunan intralumen dengan cepat. Muntah dan penyedotan usus setelah pengobatan dimulai merupakan sumber kehilangan utama cairan dan elektrolit. Pengaruh atas kehilangan ini adalah penciutan ruang cairan ekstrasel yang mengakibatkan syok—hipotensi, pengurangan curah jantung, penurunan perfusi jaringan dan asidosis metabolik. Peregangan usus yang terus menerus mengakibatkan lingkaran setan penurunan absorpsi cairan dan peningkatan sekresi cairan ke dalam usus. Efek lokal peregangan usus adalah iskemia akibat distensi dan peningkatan permeabilitas akibat nekrosis, disertai absorpsi toksin-toksin bakteri ke dalam rongga peritoneum dan sirkulasi sistemik untuk menyebabkan bakteriemia. 12
Gambar-2.1. Patofisiologi Obstruksi Usus 12
clip_image001
Obstruksi Mekanik Simple.
Pada obstruksi simple, hambatan pasase muncul tanpa disertai gangguan vaskuler dan neurologik. Makanan dan cairan yang ditelan, sekresi usus, dan udara terkumpul dalam jumlah yang banyak jika obstruksinya komplit. Bagian usus proksimal distensi, dan bagian distal kolaps. Fungsi sekresi dan absorpsi membrane mukosa usus menurun, dan dinding usus menjadi udema dan kongesti. Distensi intestinal yang berat, dengan sendirinya secara terus menerus dan progresif akan mengacaukan peristaltik dan fungsi sekresi mukosa dan meningkatkan resiko dehidrasi, iskemia, nekrosis, perforasi, peritonitis, dan kematian. 4
Obstruksi Strangulata.
Pada obstruksi strangulata, kematian jaringan usus umumnya dihubungkan dengan hernia inkarserata, volvulus, intussusepsi, dan oklusi vaskuler. Strangulasi biasanya berawal dari obstruksi vena, yang kemudian diikuti oleh oklusi arteri, menyebabkan iskemia yang cepat pada dinding usus. Usus menjadi udema dan nekrosis, memacu usus menjadi gangrene dan perforasi.4
A. Diagnosis
1. Subyektif -Anamnesis
Gejala Utama: 13
  1. Nyeri-Kolik
·      Obstruksi usus halus : kolik dirasakan disekitar umbilikus
·      Obstruksi kolon : kolik dirasakan disekitar suprapubik.
  1. Muntah
·      Stenosis Pilorus : Encer dan asam
·      Obstruksi usus halus : Berwarna kehijauan
·      Obstruksi kolon : onset muntah lama.
  1. Perut Kembung (distensi)
  2. Konstipasi
  3. Tidak ada defekasi
  4. Tidak ada flatus
Adanya benjolan di perut, inguinal, dan femoral yang tidak dapat kembali menandakan adanya hernia inkarserata. Invaginasi dapat didahului oleh riwayat buang air besar berupa lendir dan darah. Pada ileus paralitik e.c. peritonitis dapat diketahui riwayat nyeri perut kanan bawah yang menetap. Riwayat operasi sebelumnya dapat menjurus pada adanya adhesi usus.2 Onset keluhan yang berlangsung cepat dapat dicurigai sebagai ileus letak tinggi dan onset yang lambat dapat menjurus kepada ileus letak rendah.2 3


2. Obyektif-Pemeriksaan Fisik
A. Strangulasi
Adanya strangulasi ditandai dengan adanya lokal peritonitis seperti: 13
  • Takikardia
  • Pireksia (demam)
  • Lokal tenderness dan guarding
  • Rebound tenderness
  • Nyeri lokal
  • Hilangnya suara usus lokal
Untuk mengetahui secara pasti hanya dengan laparotomi. 4
B. Obstruksi
  • Inspeksi
Perut distensi, dapat ditemukan kontur dan steifung. Benjolan pada regio inguinal, femoral dan skrotum menunjukkan suatu hernia inkarserata. Pada Intussusepsi dapat terlihat massa abdomen berbentuk sosis. Adanya adhesi dapat dicurigai bila ada bekas luka operasi sebelumnya.2 3 7 8
  • Auskultasi
Hiperperistaltik, bising usus bernada tinggi, borborhygmi. Pada fase lanjut bising usus dan peristaltik melemah sampai hilang.13 15
  • Perkusi
Hipertimpani
  • Palpasi
Kadang teraba massa seperti pada tumor, invaginasi, hernia.
  • Rectal Toucher
- Isi rektum menyemprot : Hirschprung disease
- Adanya darah dapat menyokong adanya strangulasi, neoplasma
- Feses yang mengeras : skibala
- Feses negatif : obstruksi usus letak tinggi
- Ampula rekti kolaps : curiga obstruksi
- Nyeri tekan : lokal atau general peritonitis 2 3
  • Radiologi
Foto Polos:
Pelebaran udara usus halus atau usus besar dengan gambaran anak tangga dan air-fluid level. Penggunaan kontras dikontraindikasikan adanya perforasi-peritonitis. Barium enema diindikasikan untuk invaginasi, dan endoskopi disarankan pada kecurigaan volvulus.
C. Paralitik
Pada ileus paralitik ditegakkan dengan auskultasi abdomen berupa silent abdomen yaitu bising usus menghilang. Pada gambaran foto polos abdomen didapatkan pelebaran udara usus halus atau besar tanpa air-fluid level5
Tabel-2.1. Perbandingan Klinis bermacam-macam ileus.15
Macam ileus
Nyeri Usus
Distensi
Muntah borborigmi
Bising usus
Ketegangan abdomen
Obstruksi simple tinggi
++
(kolik)
+
+++
Meningkat
-
Obstruksi simple rendah
+++
(Kolik)
+++
+
Lambat, fekal
Meningkat
-
Obstruksi strangulasi
++++
(terus-menerus, terlokalisir)
++
+++
Tak tentu
biasanya meningkat
+
Paralitik
+
++++
+
Menurun
-
Oklusi vaskuler
+++++
+++
+++
Menurun
+

A. Penanganan Ileus
1. Konservatif
  • Penderita dirawat di rumah sakit.
  • Penderita dipuasakan
  • Kontrol status airwaybreathing and circulation.
  • Dekompresi dengan nasogastric tube.
  • Intravenous fluids and electrolyte
  • Dipasang kateter urin untuk menghitung balance cairan.
  • Lavement jika ileus obstruksi, dan kontraindikasi ileus paralitik.
2. Farmakologis 4
  • Antibiotik broadspectrum untuk bakteri anaerob dan aerob.
  • Analgesik apabila nyeri.
3. Operatif 10 14
  • Ileus paralitik tidak dilakukan intervensi bedah kecuali disertai dengan peritonitis.
  • Obstruksi usus dengan prioritas tinggi adalah strangulasi, volvulus, dan jenis obstruksi kolon.
  • Operasi dilakukan setelah rehidrasi dan dekompresi nasogastric untuk mencegah sepsis sekunder atau rupture usus.
  • Operasi diawali dengan laparotomi kemudian disusul dengan teknik bedah yang disesuaikan dengan hasil explorasi melalui laparotomi.
o Lisis pita untuk band
o Herniorepair untuk hernia inkarserata
o Pintas usus : ileostomi, kolostomi.
o Reseksi usus dengan anastomosis
o Diversi stoma dengan atau tanpa reseksi.
B. Komplikasi 2 3
  • Nekrosis usus
  • Perforasi usus
  • Sepsis
  • Syok-dehidrasi
  • Abses
  • Sindrom usus pendek dengan malabsorpsi dan malnutrisi
  • Pneumonia aspirasi dari proses muntah
  • Gangguan elektrolit
  • Meninggal
C. Prognosis
  • Saat operasi, prognosis tergantung kondisi klinik pasien sebelumnya.
  • Setelah pembedahan dekompresi, prognosisnya tergantung dari penyakit yang mendasarinya.2 3

DAFTAR PUSTAKA

1.      Sjamsuhidajat, R.; Dahlan, Murnizat; Jusi, Djang. Gawat Abdomen. Dalam Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2. Editor: Sjamsuhidajat, R. dan De Jong, Wim. Jakarta: EGC, 2003. Hal: 181-192.
2.      Fiedberg, B. and Antillon, M.: Small-Bowel Obstruction. Editor: Vargas, J., Windle, W.L., Li, B.U.K., Schwarz, S., and Altschuler, S. http://www.emedicine.com. Last Updated, June 29, 2004.
3.      Basson, M.D.: Colonic Obstruction. Editor: Ochoa, J.B., Talavera, F., Mechaber, A.J., and Katz, Jhttp://www.emedicine.com. Last Updated, June 14, 2004.
4.      Anonym. Mechanical Intestinal Obstruction. http://www.Merck.com.
5.      Anonym. Ileushttp://www.Merck.com.
6.      Leaper, D.J., Peel, A.L.G., McLatchie, G.R., and Kurup, V.: Gastrointestinal disease. InOxford handbook of clinical surgery. Editor by McLatchie, G.R., and Leape, D. 2nd Edition. London: Oxford University Press, 2002. p: 214-296.
7.      Hebra, A., and Miller, M.: Intestinal Volvulus. Editor: DuBois, J.J., Konop, R., Li, B.UK., Schwarz, S. and Altschuler, S. http://www.emedicine,com. Last Updated: February 25, 2004.
8.      Chahine, A.A.: Intussusception. Editor: Nazer, H., Windle, M.L., Li, B.UK., Schwarz, S. and Altschuler, S. http://www.emedicine,com. Last Updated: June 10, 2004.
9.      Shukia, P.C.: Volvulus. Editor: DuBois, J.J., Konop, R., Piccoli, D., Schwarz, S. and Altschuler, S. http://www.emedicine.com. Last Updated: May 18, 2005.
10.  Levine, B.A., and Aust, J.B. Kelainan Bedah Usus Halus. Dalam Buku Ajar Bedah Sabiston’s essentials surgery. Editor: Sabiston, D.C. Alih bahasa: Andrianto, P., dan I.S., Timan. Editor bahasa: Oswari, J. Jakarta: EGC, 1992.
11.  Badash, Michelle. Paralytic Ileus (Adynamic Ileus, Non-mechanical Bowel Obstruction). EBSCO Publishing, 2005.
12.  Price, S.A. Patofisiologi: Konsep klinis proses-proses penyakit. Editor: Price, S.A., McCarty, L., Wilson. Editor terjemahan: Wijaya, Caroline. Jakarta: EGC, 1994.
13.  Browse, Norman, L. An Introduction to the Symptoms and Signs of Surgical Disease. 3rdEdition. London: Arnold, 1997.
14.  Hamami, AH., Pieter, J., Riwanto, I., Tjambolang, T., dan Ahmadsyah, I. Usus Halus, apendiks, kolon, dan anorektum. Dalam Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2. Editor: Sjamsuhidajat, R. dan De Jong, Wim. Jakarta: EGC, 2003. Hal: 615-681.
15.  Anonym. Pedoman Diagnosis dan Terapi. Lab/UPF Ilmu Bedah. Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soetomo. Surabaya, 1994.